Minggu, 17 Februari 2008

KANTONG PLASTIK dan LINGKUNGAN..


Radyan Prasetyo
Ada banyak hal yang bisa dijadikan alasan mengapa sampah dari kantong plastik ini tidak ramah lingkungan alias justru menimbulkan berbagai problem. Sepertinya sepele dengan membungkus barang belanjaan menggunakan kantong plastik dan sudah menjadi bagian kehidupan sehari-hari. Belanjalah di semua tempat, pasti anda akan diberi kantong plastik sebagai pembungkus, entah di warung, toko kecil maupun toko super besar.

Semoga kumpulan tulisan di bawah ini bisa membuka mata kita tentang berbagai masalah akibat penggunaan plastik.

  1. Kantong plastik dikenal murah bahkan sering dibagikan secara gratis. Kantong plastik ini dibuat dari sisa penyulingan minyak bumi hampir sama seperti lilin dan aspal. Artinya konsumsi plastik berlebihan akan membuat konsumsi minyak bumi (fossil fuel) yang saat ini semakin berkurang menjadi lebih tinggi dan ketergantungan pada minyak. Di Inggris dibutuhkan lebih dari 2 milliar barel mminyak bumi untuk industri kantong plastik, berapa ya jumlah di Indonesia? Padahal kebanyakan dari kita hanya menggunakan kantong plastik ini sekali atau dua kali pakai lalu buang…
  2. Selain sifatnya yang sulit hancur, plastik ini juga sulit diuraikan secara alami. Plastik yang dibuang baru akan bisa hancur alami setelah 200 hingga 400 tahun. Bayangkan kalau kita membuang kantong plastik di laut, cucu dari cicit kita masih bisa menemukan kantong plastik yang sama,
  3. Kantong plastik mengandung dioxin dan furan. Dioxin ini sangat berbahaya bagi manusia karena merupakan zat utama penyebab kanker. Dioxin umumnya digunakan sebagai bahan pemutih. Membakar kantong plastik sama saja dengan menyebarkan dioxin ke udara dan menyebabkan lebih banyak orang yang menghirup terkena kanker. Jadi sama saja menyebabkan polusi udara,
  4. Sampah plastik ini berbahaya bagi biota terutama yang hidup di laut. Di Australia, tiap tahunnya lebih dari 100 ribu kura-kura, paus, burung dan mamalia laut mati karena terjerat maupun menelan plastik. Lagipula setelah hewan itu mati dan terurai, plastik yang tertelan masih saja bertahan ratusan tahun,
  5. Plastik dibuat dari polimer dan pada pembuatan kantong plastik, ditambahkan beberapa bahan kimia aditif termasuk pelembut (plasticziers) yang dapat memberi tekstur lembut dan licin serta gampang dibentuk. Tetapi zat ini akan berpotensi menyebabkan kontaminasi, karena susunan polimernya akan rusak jika terutama untuk membungkus makanan yang masi panas dan bila makanan tersebut dikonsumsi, bahan kimia (polimer yang terurai jadi monomer serta bahan aditifnya) akan masuk dan merusak tubuh,
  6. Sampah plastik dari sektor pertanian yang dhasilkan di dunia ini jumlahnya mencapai 100 juta ton per tahun atau bisa membungkus bumi sampai 10 kali bungkus.

So what we gonna do now???

Ada banyak hal yang bsia dilakukan untuk mengurangi ketergantungan pada kantung plastik sehingga kita bisa lebih bersahabat dengan alam. Mulai dengan langkah yang kecil dan dari diri sendiri saja.

  • Kalau tidak perlu kantong plastik ketika membeli barang atau membeli barang kecil, masukan dalam tas saja, tolak plastik dari penjualnya,
  • Kalau sudah menerima kantung plastik, lipat lagi dengan rapih setelah digunakan. Ini bisa dimanfaatkan untuk kebutuhan lain berkali-kali,
  • Membawa kantong kain untuk membawa barang belanjaan besar dan banyak jauh lebih baik karena kantung kain ini dapat digunakan berulang-ulang dan jarang dibuang,
  • Apabila belanja banyak, gunakan saja ardus besar untuk membungkus seluruh belanjaan, karena kardus ini leih bisa di daur ulang,
  • Jangan biasakan membuang sampah organik dalam bungkus kantung plastik yang tertutup rapat karena dijamin tidak akan terurai sempurna hingga 10 tahun lebih apabila plastiknya tidak dibuka,
  • Gunakan plastik ramah lingkungan (biodegradable) yang lebih cepat terurai (3 tahun) karena tersusun atas selulosa, kolagen, protein atau zat lain pada tanaman dan hewan

seribu jarak di depan selalu diawali dari langkah yang kecil. Jadi semoga bisa mulai dari diri sendiri dan kita semakin menghargai lingkungan..

Tidak ada komentar: